PAK 29 Maret 2022

29 Maret 2022

HINDARI KORUPSI SEJAK DINI DENGAN MENERAPKAN POLA HIDUP SEDERHANA, KERJA KERAS DAN MANDIRI

Istilah korupsi berasal dari bahasa latin “corrumpere”, “corruptio” , “corruptus”. Istilah itu kemudian diadopsi oleh beberapa bangsa di dunia. Beberapa bangsa yang lain memiliki istilah tersendiri mengenai korupsi. Indonesia mengadopsi kata korupsi dari bahasa Belanda “Coruptie”.

Secara terminologi korupsi dapat diartikan busuk, palsu, suap (kamus besar bahasa Indonesia, 1991), arti lainnya yaitu suka menerima uang sogok, menyelewengkan uang/barang milik perusahaan atau negara, menerima uang dengan menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi (kamus hukum, 2002) dan dapat juga diartikan kebejatan, ketidakjujuran, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian (the lexicon webster dictionary, 1978).

Ada tingkatan-tingkatan korupsi yang dikenal di masyarakat yaitu : 

1.Korupsi tingkat sederhana yaitu pengkhianatan. Semua orang yang berkhianat atau mengkhianati kepercayaan atau amanat yang diterimanya adalah koruptor. Amanat dapat berupa apa pun, baik materi maupun non materi (contoh : pesan, aspirasi rakyat). Jadi anggota DPR yang tidak menyampaikan aspirasi rakyat/menggunakan aspirasi untuk kepentingan pribadi merupakan bentuk korupsi.

2.Korupsi tingkat menengah yaitu penyimpangan (abuse of power ). Segala bentuk penyimpangan yang dilakukan melalui struktur kekuasaan, baik pada tingkat negara maupun lembaga-lembaga struktural lainnya, termasuk lembaga pendidikan, meskipun penyimpangan tanpa mendapatkan keuntungan secara materi.

3.Korupsi tingkat membahayakan yaitu penyimpangan kekuasaan untuk mendapatkan keuntungan material baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Korupsi pada level ini merupakan tingkat paling membahayakan karena melibatkan kekuasaan. Korupsi Ini merupakan bentuk korupsi yang paling banyak terjadi di Indonesia.


Setelah mengetahui berbagai macam bentuk korupsi, maka mari kita hindari bibit-bibit korupsi sejak dini,dengan cara, yaitu:

1.Pertama dengan pola hidup sederhana. Kesederhanaan bukan berarti hidup dengan kekurangan dan serba tidak ada, misalnya : tinggal di gubug reyot, berpakaian compang-camping, memakai sandal jepit, berbadan dekil, berpenampilan acak-acakan, makan singkong terus dan tidak juga berarti memiliki harta tetapi tidak menikmatinya.

2.Kedua dengan bekerja keras. Bekerja keras yaitu suatu keyakinan yang dijadikan dasar dalam berusaha. Dia akan memandang bekeja atau berusaha merupakan salah satu bentuk ibadah sehingga dia akan semangat dalam bekerja atau berusaha. Orang yang bekerja keras akan merasa bersyukur dengan segala kemampuan yang dimilikinya yang dilakukannya dengan penuh tanggung jawab.

3.Ketiga berusaha hidup mandiri. Mandiri berarti kemampuan seseorang untuk tidak tergantung kepada orang lain serta bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Kita dapat berfikir bahwa ketika kita dilahirkan sangat tidak berdaya, Kita sangat tergantung pada orang tua dan orang-orang di lingkungan kita hingga waktu tertentu, Seiring dengan berlalunya waktu perlahan-lahan kita akan melepaskan diri dari ketergantungan dan belajar untuk mandiri.


Kemandirian merupakan suatu keadaan dimana seseorang yang memiliki  hasrat bersaing  untuk maju demi kabaikan dirinya, mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi  masalah yang dihadapi, memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan  tugas-tugasnya dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.

Ada beberapa aspek kemandirian yaitu

1.Emosi, ditunjukkan dengan kemampuan mengontrol emosi dan tidak tergantungnya kebutuhan emosinya dari orang tua

2.Ekonomi, ditunjukkan dengan tidak tergantung pada ekonomi  orang tuanya

3.Intelektual, ditunjukkan dengan kemampuan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi

4.Sosial, ditunjukkan dengan kemampuan mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung aksi dari orang lain


Ciri-ciri  orang yang mandiri adalah

a.Mampumembuat keputusan sendiri : dapat mengatasi koflik atau masalah yang ada pada dirinya.

b.Mampu mengatur emosi : dapat menahan diri dalam situasi apapun.

c.Mampu bersosialisasi : dapat bergaul dalam segala lingkungan ( keluarga, sekolah dan masyarakat).

d.Kreatif : penuh inisiatif/cara untuk mengatasi permasalah.

e.Bertanggung jawab : bersedia menanggung keputusan yang telah dibuat.

f.Pantang menyerah : tangguh menghadapi tantangan.


Komentar